Instalasi Linux Debian 9.5
Pengenalan Linux
Linux adalah sistem operasi (OS) yang berbasis open source (gratis) untuk disebarluaskan dibawah lisensi GNU. Linux merupakan turunan dari UNIX yang dapat bekerja pada berbagai macam perangkat komputer. Linux
dibuat oleh seorang mahasiswa asal Finlandia yang bernama Linus Benedict Torvalds
Pengenalan Debian
Debian merupakan salah satu distributor (distro) dari Linux. Debian adalah sistem operasi komputer yang tersusun paket-paket perangkat lunak yang dirilis sebagai perangkat lunak bebas dan terbuka dengan lisensi mayoritas GNU/GPL (General Public License). Debian diperkenalkan pertama kali oleh Ian Mudrock, seorang mahasiswa Universitas Purdue, AS. Kata Debian, diambil dari kombinasi nama Ian dan mantannya, Debra Lynn menjadi Deb dan Ian.
Pengenalan Oracle VM Virtualbox
Oracle VM Virtualbox adalah perangkat lunak virtualisasi yang dapat digunakan untuk mengeksekusi sistem operasi tambahan didalam sistem operasi utama atau dengan kata lain, membuat sistem operasi didalam sistem operasi.
Dalam pembuatan server kali ini, kita akan menggunakan aplikasi VM Virtualbox sebagai Virtual Machine atau Virtual Server, jadi pastikan aplikasi Virtualbox sudah terinstall sebelumnya pada komputer.
Operating System yang digunakan kali ini yaitu Linux Debian versi 9.5. Perhatikan dan ikuti langkah-langkah instalasi Linux Debian 9.5 di bawah ini.
1. Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah membuka aplikasi Oracle VM Virtualbox
2. Setelah masuk ke tampilan Virtualbox, klik New/Baru untuk membuat Virtual Mesin yang baru.
3. Kemudian isikan kolom sebagai berikut :
Name : DEBIAN 9.5 (bisa diubah)
Type : Linux
Version : Debian (32-bit)
Setelah itu, klik Next atau Lanjut

4. Kemudian untuk Memory Size, ubah menjadi 1024 MB. Lalu klik Next/Lanjut.

5. Pada bagian Hard disk, langsung klik Create (Buat)

6. Untuk bagian Hard disk file type, akan terpilih secara otomatis VDI (VirtualBox Disk Image). Setelah itu, klik Next atau Lanjut.

7. Lalu pada bagian Storage on physical hard disk, langsung klik Next atau Lanjut

8. Kemudian untuk bagian File location and Size, ubah kapasitas hard disk menjadi 10 GB. Lalu klik
Next/Lanjut.

9. Setelah Virtual Mesinnya selesai kita buat, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini.

10. Sebelum kita memulai tahap penginstalannya, kita harus melakukan perubahan
Setting/Pengaturan. Sekarang, klik Setting/Pengaturan.
11. Setelah itu, pilih menu Storage/Penyimpanan. Kemudian, pada bagian Controller : IDE / Pengendali : IDE, pilih Empty/Kosong.
12. Klik pada Icon DVD ( ), lalu klik Choose Virtual Optical Disk File.
13. Cari file Debian-9.5.0-i386-DVD-1, kemudian pilih lalu klik Open.

14. Jika sudah, maka tampilannya akan seperti berikut

15. Setelah itu, klik menu Network/Jaringan
16. Kemudian pastikan bagian Enable Network Adapter telah terceklis. Lalu ubah Attached to : NAT menjadi Attached to : Host-only Adapter

17. Tampilannya akan seperti ini. Kemudian, klik Advanced/Tingkat Lanjut.
18. Kemudian ubah Promiscuous Mode : Deny menjadi Promiscuous Mode : Allow All.

19. Maka tampilannya akan seperti ini. Dan pastikan juga pada bagian Cable Connected telah terceklis. Jika telah selesai semua, klik OK.
20. Setelah melakukan Pengaturan, selanjutnya kita akan menjalankan server VirtualBox, dengan cara meng-klik Start (ikon panah berwarna hijau).
21. Inilah tampilan awal ketika akan melakukan Install Linux Debian 9.5. Kali ini, kita akan menginstall dengan text mode (CLI) dimana pada mode ini hanya keyboard yang berfungsi sebagai pengendali. Langsung saja pilih bagian Install lalu tekan Enter.
22. Pada tampilan Language/Bahasa, kita pilih English lalu tekan Enter. Sebenarnya Bahasa Indonesia juga ada, tapi itu lebih sulit dipahami untuk sistem ini jadi kita menggunakan Bahasa Inggris saja.

23. Pada tampilan Country, territory or area, kita pilih Other lalu tekan Enter. Kita memilih Other karena negara Indonesia tidak muncul.
24. Kemudian pada bagian Continent or region, kita pilih Asia lalu Enter. Kita memilih Asia karena negara Indonesia berada di Benua Asia.

25. Pilih Indonesia, lalu tekan Enter

26. Selanjutnya pada bagian Country to base default locale settings on, pilih United States lalu
Enter.

27. Lanjut, pada bagian Keymap to use, pilih American English lalu Enter.

28. Tunggu sampai proses loadingnya selesai.

29. Setelah proses tadi selesai, maka akan muncul tampilan seperti ini. Pilih lalu tekan
Enter saja.

30. Pilih Do not configure the network at this time, lalu tekan Enter.
31. Untuk bagian Hostname, itu terserah dari kita. Dan disarankan agar hostname-nya jangan terlalu panjang.

32. Kali ini, saya mau mengganti Hostname dengan nama ns1. Hapus tulisan debian yang tadi lalu ganti menjadi ns1 kemudian tekan Enter
33. Isikan Root password sesuai dengan keinginan kalian. Misalnya kali ini, kita mengisikan root passwordnya dengan angka 123456.

34. Yang membedakan Debian versi 9.5 dengan Debian versi 8 ke bawah pada saat penginstalan yaitu pada Debian versi 9.5 ini kita bisa melihat password yang kita ketikkan tadi, sehingga bisa mencegah terjadinya kesalahan memasukkan password. Caranya yaitu dengan memberi tanda bintang (tekan tombol SPASI pada keyboard) disamping tulisan Show Password in Clear. Jika sudah, tekan Enter untuk melanjutkan.
35. Kemudian pada bagian Re-enter password to verify, masukkan lagi password yang tadi yaitu
123456

36. Pada bagian Full name for the new user, masukkan nama pengguna sesuai keinginan kita. Misalnya "ns1" kemudian tekan Enter.
37. Untuk bagian Username for your account, secara otomatis akan terisi sesuai dengan full name new user tadi. Tekan Enter untuk melanjutkan.

38. Kemudian, bagian Choose a password for the new user, kita diminta untuk memasukkan password untuk username kita. Masukkan password sesuai keinginan kita. Misalnya kita ketikkan passwordnya dengan angka 123456. Tekan Enter lagi.
39. Bagian Re-enter password to verify, masukkan lagi password yang tadi yaitu 123456. Lalu tekan
Enter.

40. Select a city in your zone, pilih waktu sesuai dengan wilayah daerah kalian tinggal. Misalnya kita pilih Central (Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, East and South Kalimantan). Tekan Enter.
41. Partitioning method, kita pilih Manual lalu tekan Enter. Kita akan melakukan pembagian partisi secara Manual.

42. Pada bagian ini, kita pilih Hard disk dari VirtualBox yaitu SCSI3 (0,0,0) (sda) – 10.7 GB ATA VBOX HARDDISK kemudian tekan Enter
43. Kemudian pilih

44. Kita akan membuat partisi baru. Adapun ketentuan partisi yang akan kita buat yaitu sebagai berikut :
/boot : 1 GB
swap area : 2 GB
/ : 5 GB (disebut partisi root)
/home : 2.7 GB (sisa partisi)

45. Selanjutnya, untuk membuat partisi baru kita pilih pri/log 10.7 GB FREE SPACE. Lalu tekan
Enter.

46. Pilih Create a new partition, lalu tekan Enter
47. Kemudian ubah ukuran partisi menjadi 1 GB karena kita akan membuat partisi pertama yaitu
/boot. Lalu tekan Enter.
48. PIlih Primary, tekan Enter.

49. Pilih Beginning, lalu tekan Enter.

50. Pilih pada Mount point, lalu tekan Enter.
51. Kemudian akan muncul tampilan seperti ini. Pilih /boot – static file of the boot loader. Lalu tekan Enter.

52. Kemudian tekan Enter pada Bootable flag : off untuk mengubah statusnya menjadi "on"
53. Pastikan Bootable flag yang tadinya "off" berubah menjadi "on". Jika sudah, pilih Done setting up the partition. Lalu tekan Enter.

54. Kemudian pilih kembali pri/log 9.7 GB FREE SPACE untuk membuat partisi kedua.

55. Pilih Create a new partition, lalu Enter.

56. Ubah ukuran partisi menjadi 2 GB karena kita akan membuat partisi kedua, yaitu swap area.
Lalu tekan Enter.

57. Pilih Logical

58. Kemudian, pilih Beginning

59. Kemudian, pilih Use as : Ext4 journaling file system, lalu tekan Enter.

60. Pilih "swap area", lalu tekan Enter

61. Kemudian, pilih Done setting up the partition lalu tekan Enter.

62. Sekarang kita akan membuat partisi ketiga. Pilih lagi "pri/log 7.7 GB FREE SPACE", kemudian tekan Enter.
63. Pilih Create a new partition, lalu tekan Enter.

64. Ubah ukuran partisi menjadi 5 GB, lalu tekan Enter.
65. Pilih Logical, lalu tekan Enter.

66. Kemudian pilih Beginning, lalu tekan Enter.

67. Pada Mount point, secara otomatis akan memilih jenis partisi "root" atau ( / )
68. Setelah itu, pilih Done setting up the partition dan tekan Enter.

69. Sekarang kita akan membuat partisi yang keempat atau yang terakhir yaitu partisi /home. Pilih lagi "pri/log 2.7 GB FREE SPACE"

70. Pilih Create a new partition, lalu tekan Enter.

71. Untuk partisi yang terakhir ini (/home), kita akan menggunakan keseluruhan sisa dari kapasitas harddisk yaitu 2.7 GB. Langsung saja tekan Enter.

72. Pilih Logical, lalu tekan Enter.

73. Kemudian pilih Beginning, lalu tekan Enter.

74. Langsung saja pilih Done setting up the partition, karena Mount Point-nya juga secara otomatis memilih partisi /home.
75. Pilih Finish partitioning and write changes to disk, lalu tekan Enter.

76. Write the changes to disks, pilih lalu tekan Enter.
77. Tunggu hingga prosesnya selesai.

78. Pada Scan another CD or DVD, pilih lalu tekan Enter.
79. Pada bagian Use a network mirror, pilih lalu tekan Enter.

80. Kemudian Participate in the package survey, pilih lalu tekan Enter.
81. Pada bagian Choose software to install, kita tidak akan menginstall semuanya, melainkan hanya 2 saja, yaitu SSH Server dan Standard system utilities. Hilangkan tanda bintang (*) pada paket "Debian desktop environment" dan juga pada paket "print server" dengan cara menekan tombol SPASI pada keyboard

82. Kemudian berikan tanda bintang (*) hanya pada paket aplikasi "SSH server" dan "standard system utilities" dengan menekan tombol SPASI pada keyboard seperti gambar berikut. Jika sudah, kemudian tekan TAB pada keyboard, lalu pilih
83. Selanjutnya pada bagian "Install the GRUB boot loader to the master boot record", pilih
lalu tekan Enter.

84. Kemudian untuk bagian Device for boot loader installation, pilih /dev/sda (ata- VBOX_HARDDISK_VB77db5cc1-a4024b43), lalu tekan Enter.
85. Pada bagian Installation complete, pilih lalu tekan Enter. Dan proses instalasi Linux Debian 9.5 telah selesai.

86. Setelah itu, maka akan muncul tampilan login dari Linux Debian 9.5 seperti gambar berikut ini
87. Karena kita akan melakukan konfigurasi dalam server ini, maka kita harus login menggunakan user administrator, yaitu
Login : root
Password : 123456
sesuai dengan password yang kita ketikkan pada saat penginstalan.
Perhatikan pada saat mengetikkan password, password akan ter-hidden (tersembunyi). Jadi, pastikan password yang kita ketikkan itu benar.

88. Setelah kita login menggunakan user administrator yang tadi, maka tampilannya akan seperti gambar di bawah ini dan server sudah siap untuk dikonfigurasi.

Sumber : TKJClub





