Router Server
Pengertian Routing
Routing adalah teknik atau cara menggabungkan 2 segmen IP atau lebih yang berbeda maupun berbeda network.
Secara garis besar, jenis konfigurasi routing terdiri dari 3 jenis, yaitu:
a. Routing Default (standar/DHCP)
b. Routing Dynamic (berubah-ubah)
c. Routing Static (tetap/tidak berubah-ubah)
Pengertian Routing Static
Routing Static adalah jenis dari konfigurasi routing itu sendiri dimana settingannya memiliki tabel static routing yang dibuat oleh administrator jaringan.
Fungsi Routing
Berfungsi untuk menggabungkan 2 segmen IP atau lebih yang berbeda.
Kali ini, kita akan melakukan konfigurasi Router Server dengan menggunakan OS Linux Debian 9.5, berikut topologi Router Server yang akan dibuat.
1.Buka aplikasi Oracle VM Virtualbox, lalu jalankan server yang telah kita buat sebelumnya dengan cara meng-klik tombol Start/Mulai. (Pastikan proses Instalasi Linux Debian 9.5 telah selesai sebelumnya)
2. Tunggu hingga proses booting server selesai. Setelah itu, server akan masuk ke tampilan menu login. Login dengan menggunakan user administrator (root).
Login : root
Password : 123456

3. Jika telah login, maka tampilannya akan seperti berikut ini :

4. Setelah itu, kita akan mengecek nama interfaces-nya. Ketikkan perintah berikut :
# ip a l >> lalu tekan Enter
5. Sekarang kita akan mengubah nama interface yang tadinya "enp0s3" kita akan ubah menjadi "eth0". Sebenarnya pengubahan ini bisa tidak dilakukan, namun untuk mempermudah kita untuk mengingat nama interface-nya maka kita lakukan pengubahan ini. Ketikkan perintah berikut :
6. Cari script berikut :
GRUB_CMDLINE_LINUX=""
7. Kemudian edit script tersebut menjadi :
GRUB_CMDLINE_LINUX="net.ifnames=0 biosdevname=0"
Save atau simpan dengan cara menekan tombol kombinasi Ctrl + X >> Y >> Enter
8. Setelah itu, buat konfigurasi Grub Bootnya agar interface-nya tidak berubah apabila direstart. Ketik perintah berikut :
# grub-mkconfig –o /boot/grub/grub.cfg >> lalu tekan Enter
9. Dan hasilnya akan seperti berikut ini :
10. Setelah itu, restart server agar konfigurasi yang tadi berjalan dengan baik. Ketikkan perintah berikut :
# init 6 >> lalu tekan Enter
11. Kemudian, login lagi menggunakan user administrator dan masukkan passwordnya. Setelah itu, kita cek lagi apakah nama interface-nya sudah berubah atau belum dengan perintah :
# ip a l >> lalu tekan Enter
12. Sekarang kita akan masukkan IP sesuai dengan topologi yang ada di atas tadi. Ketikkan perintah berikut:
13. Hasilnya akan seperti berikut ini :

14. Kemudian arahkan ke paling bawah, lalu tambahkan script berikut :
Save dengan cara menekan tombol kombinasi Ctrl + X >> lalu tekan Y >> kemudian Enter
15. Ketikkan perintah restart network-nya
16. Pastikan tampilan [ ok ]
17. Setelah itu, kita cek apakah ip yang tadi dimasukkan itu sudah terdaftar atau belum. Ketikkan lagi perintah :
# ip a l >> lalu tekan Enter
18. Sekarang, kita daftarkan DNS 1 dan DNS 2. Ketik perintah berikut :
19. Ketikkan Script berikut :
nameserver 10.32.32.2 (DNS 1)
nameserver 202.134.0.155 (DNS 2)
Save dengan cara menekan tombol kombinasi Ctrl + X >> lalu tekan Y >> kemudian Enter
20. Ketikkan perintah restart network-nya
21. Pastikan tampilan [ok]
22. Sekarang kita akan buat tabel routingnya. Ketikkan perintah berikut :
23. Ketikkan script berikut :
Save dengan cara menekan tombol kombinasi Ctrl + X >> lalu tekan Y >> Enter
24. Lalu kita berikan izin akses untuk file routing yang tadi. Ketikkan perintah berikut :
25. Kemudian kita restart routing-nya dengan perintah berikut :
26. Jika sudah maka tampilannya akan seperti berikut ini. Restart routingnya berhasil apabila tidak ada pesan error antara root@ns1 dan Chain
27. Sekarang kita aktifkan firewall otomatisnya, dengan mengetikkan perintah :
28. Kemudian tambahkan script berikut
Save dengan cara menekan tombol kombinasi Ctrl + X >> lalu tekan Y >> kemudian Enter
29. Kemudian kita beri lagi izin akses untuk file rc.local dengan menggunakan perintah :
30. Kemudian untuk memastikan apakah firewallnya berjalan otomatis, kita ketikkan perintah berikut:
31. Dan hasilnya akan sama seperti kita melakukan restart routing
32. Sampai pada step ini, konfigurasi Router Server telah selesai. Kita lanjut dengan melakukan setting IP di Client (Windows)
33. Klik kanan pada ikon jaringan yang berada pada sudut kanan bawah taskbar Windows. Lalu pilih
Open Network and Sharing Center
34. Klik Change adapter settings
35. Kemudian pilih VirtualBox Host-Only Network
36. Kemudian klik kanan, lalu pilih Properties
37. Kemudian pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)
38. Lalu pilih Properties
39. Akan muncul tampilan seperti berikut. Kemudian pilih Use the following IP address
40. Lalu masukkan IP sesuai dengan topologi yang ada diatas. Contohnya seperti berikut ini, jika sudah, klik OK.
41. Kemudian klik OK
42. Untuk memastikan apakah client sudah terhubung dengan server, kita akan melakukan tes koneksi dengan cara tekan tombol kombinasi Windows + R pada keyboard lalu ketikkan CMD kemudian tekan Enter.

43. Jika sudah terbuka, kita akan melakukan test koneksi, dengan Ping ke IP WAN
ping 10.32.32.2 >> lalu Enter
pastikan hasilnya reply seperti gambar berikut ini :
44. Kemudian lakukan test Ping ke IP LAN
ping 192.168.77.1 >> lalu tekan Enter
pastikan hasilnya reply seperti gambar berikut ini :
45. Lakukan lagi test Ping dari server ke client
# ping 192.168.77.2 >> lalu tekan Enter
pastikan hasilnya reply seperti gambar berikut ini :
46. Jika seluruh step di atas telah dilakukan, maka konfigurasi Router Server telah selesai dan berhasil.
Sumber : TKJClub





