autumn1.jpgautumn2.jpgautumn3.jpgautumn4.jpgautumn5.jpgautumn6.jpg

Router Server

Pengertian Routing
Routing adalah teknik atau cara menggabungkan 2 segmen IP atau lebih yang berbeda maupun berbeda network.
Secara garis besar, jenis konfigurasi routing terdiri dari 3 jenis, yaitu:

a. Routing Default (standar/DHCP)

b. Routing Dynamic (berubah-ubah)


c. Routing Static (tetap/tidak berubah-ubah)

 

Pengertian Routing Static
Routing Static adalah jenis dari konfigurasi routing itu sendiri dimana settingannya memiliki tabel static routing yang dibuat oleh administrator jaringan.


Fungsi Routing
Berfungsi untuk menggabungkan 2 segmen IP atau lebih yang berbeda.
Kali ini, kita akan melakukan konfigurasi Router Server dengan menggunakan OS Linux Debian 9.5, berikut topologi Router Server yang akan dibuat.

rs1

1.Buka aplikasi Oracle VM Virtualbox, lalu jalankan server yang telah kita buat sebelumnya dengan cara meng-klik tombol Start/Mulai. (Pastikan proses Instalasi Linux Debian 9.5 telah selesai sebelumnya)

rs2

2. Tunggu hingga proses booting server selesai. Setelah itu, server akan masuk ke tampilan menu login. Login dengan menggunakan user administrator (root).
     Login : root
     Password : 123456

rs3

3. Jika telah login, maka tampilannya akan seperti berikut ini :

rs4

4. Setelah itu, kita akan mengecek nama interfaces-nya. Ketikkan perintah berikut :

     # ip a l >> lalu tekan Enter

rs5

5. Sekarang kita akan mengubah nama interface yang tadinya "enp0s3" kita akan ubah menjadi "eth0". Sebenarnya pengubahan ini bisa tidak dilakukan, namun untuk mempermudah kita untuk mengingat nama interface-nya maka kita lakukan pengubahan ini. Ketikkan perintah berikut :

     perintah1

 

rs6

6. Cari script berikut :
    GRUB_CMDLINE_LINUX=""

rs7

7. Kemudian edit script tersebut menjadi :

    GRUB_CMDLINE_LINUX="net.ifnames=0 biosdevname=0"

rs8

      Save atau simpan dengan cara menekan tombol kombinasi Ctrl + X >> Y >> Enter
8. Setelah itu, buat konfigurasi Grub Bootnya agar interface-nya tidak berubah apabila direstart. Ketik perintah berikut :

     # grub-mkconfig –o /boot/grub/grub.cfg >> lalu tekan Enter

rs9

9. Dan hasilnya akan seperti berikut ini :

rs10

10. Setelah itu, restart server agar konfigurasi yang tadi berjalan dengan baik. Ketikkan perintah berikut :

       # init 6 >> lalu tekan Enter

rs11

11. Kemudian, login lagi menggunakan user administrator dan masukkan passwordnya. Setelah itu, kita cek lagi apakah nama interface-nya sudah berubah atau belum dengan perintah :

       # ip a l >> lalu tekan Enter

rs12

12. Sekarang kita akan masukkan IP sesuai dengan topologi yang ada di atas tadi. Ketikkan perintah berikut:
       perintah2

 

rs13

 

13. Hasilnya akan seperti berikut ini :

rs14

14. Kemudian arahkan ke paling bawah, lalu tambahkan script berikut :

rs15

rs16

      Save dengan cara menekan tombol kombinasi Ctrl + X >> lalu tekan Y >> kemudian Enter

15. Ketikkan perintah restart network-nya

       perintah3

 

no15

16. Pastikan tampilan [ ok ]

no16


17. Setelah itu, kita cek apakah ip yang tadi dimasukkan itu sudah terdaftar atau belum. Ketikkan lagi perintah :
       # ip a l >> lalu tekan Enter

 no17

 18. Sekarang, kita daftarkan DNS 1 dan DNS 2. Ketik perintah berikut :

        perintah4

no18

 19. Ketikkan Script berikut :

      nameserver 10.32.32.2         (DNS 1)

      nameserver 202.134.0.155   (DNS 2)

no19

       Save dengan cara menekan tombol kombinasi Ctrl + X >> lalu tekan Y >> kemudian Enter

20. Ketikkan perintah restart network-nya

      perintaH5

 no20

21. Pastikan tampilan [ok]

no22

22. Sekarang kita akan buat tabel routingnya. Ketikkan perintah berikut :

      perintah6

no22

23. Ketikkan script berikut :

rs17

rs18

      Save dengan cara menekan tombol kombinasi Ctrl + X >> lalu tekan Y >> Enter

24. Lalu kita berikan izin akses untuk file routing yang tadi. Ketikkan perintah berikut :

       perintah7

rs19

25. Kemudian kita restart routing-nya dengan perintah berikut : 

       perintah8

rs20

26. Jika sudah maka tampilannya akan seperti berikut ini. Restart routingnya berhasil apabila tidak ada pesan error antara root@ns1 dan Chain

rs21

27. Sekarang kita aktifkan firewall otomatisnya, dengan mengetikkan perintah :

     perintah9

rs22

28. Kemudian tambahkan script berikut

rs23 2

       Save dengan cara menekan tombol kombinasi Ctrl + X >> lalu tekan Y >> kemudian Enter
29. Kemudian kita beri lagi izin akses untuk file rc.local dengan menggunakan perintah :

rs24

30. Kemudian untuk memastikan apakah firewallnya berjalan otomatis, kita ketikkan perintah berikut:

      perintah10

rs25

31. Dan hasilnya akan sama seperti kita melakukan restart routing

rs26

32. Sampai pada step ini, konfigurasi Router Server telah selesai. Kita lanjut dengan melakukan setting IP di Client (Windows)

33. Klik kanan pada ikon jaringan yang berada pada sudut kanan bawah taskbar Windows. Lalu pilih
Open Network and Sharing Center

rs27

34. Klik Change adapter settings

rs28

35. Kemudian pilih VirtualBox Host-Only Network

rs29

36. Kemudian klik kanan, lalu pilih Properties

rs30

37. Kemudian pilih Internet Protocol Version 4 (TCP/IPv4)

rs31

38. Lalu pilih Properties

rs32

39. Akan muncul tampilan seperti berikut. Kemudian pilih Use the following IP address

rs33

40. Lalu masukkan IP sesuai dengan topologi yang ada diatas. Contohnya seperti berikut ini, jika sudah, klik OK.

rs34

41. Kemudian klik OK

rs35
42. Untuk memastikan apakah client sudah terhubung dengan server, kita akan melakukan tes koneksi dengan cara tekan tombol kombinasi Windows + R pada keyboard lalu ketikkan CMD kemudian tekan Enter.

rs37

43. Jika sudah terbuka, kita akan melakukan test koneksi, dengan Ping ke IP WAN

       ping 10.32.32.2 >> lalu Enter

       pastikan hasilnya reply seperti gambar berikut ini :

rs38

44. Kemudian lakukan test Ping ke IP LAN

      ping 192.168.77.1 >> lalu tekan Enter

      pastikan hasilnya reply seperti gambar berikut ini :

rs39

45. Lakukan lagi test Ping dari server ke client

      # ping 192.168.77.2 >> lalu tekan Enter

      pastikan hasilnya reply seperti gambar berikut ini :

rs40

 46. Jika seluruh step di atas telah dilakukan, maka konfigurasi Router Server telah selesai dan berhasil.

 

Sumber : TKJClub

 

 

 

Joomla templates by a4joomla