autumn1.jpgautumn2.jpgautumn3.jpgautumn4.jpgautumn5.jpgautumn6.jpg

MODEL PRAKERIN ONLINE SISTEM TKJ CLUB MAKASSAR

 

Dimata umum masayarakat Indoensia hampir semua mengatakan dan berpendapat bahwa pembelajaran secara online (daring) tidak efektif karena tidak mempengaruhi kinerja belajar hingga output bagi anak didik, hal ini sebenar terjadi karena kondisi saat ini dianggap terdesak dengan keadaan apalagi saat ini kita dilanda bencara wabah virus Corona (Covid-19). Hal ini sangat berpengaruh terharap semua segmen aktivitas diseluruh dunia sekalipun, baik itu dari sisi ekonomi termasuk kesehatan dan pendidikan yang terkait dengan phisical distancing (menjaga jarak) antara manusia pada umumnya. Lantas bagaimana dengan segmen Pendidikan kita saat ini khususnya di Pendidikan Kejuruan ?? 

Hal ini sangat berpengaruh terhadap sikap perilaku peserta didik, emosional peserta didik dan yang paling terasa adalah SKILL peserta didik itu sendiri. Kurangnya pengalaman bagi tenaga pendidik termasuk peserta didik dalam melaksanakan proses belajar mengajar secara online (daring) membuat semua terlihat berantakan. Hal ini disebankan karena para pelaku kegiatan dalam proses belajar mengajar ini terlihat kaku karena harus dilankasakan dengan cara terdesak keadaan saat ini. Sekarang ktia lihat bagaimana dengan kondisi pendidikan kejuruan saat ini khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) diberbagai Jurusan, mereka menemui berbagai kendala baik itu bersifat teknis maupun non teknis. Hal ini tentus sangat berpengaruh dari sisi perolehan SKILL bagi peserta didik karena kurangnya kegiatan praktek secara intensif sesuai dengan kejuruan peserta didik di masing-masing jurusan.

Kita lihat dikondisi lapangan saat ini pada saat peserta didik dalam melaksanakan Ujian Kompetensi Keahlian, jujur saja para peserta didik rata-rata mengalami penurunan standar kompatensi keahlian bahkan ada yang tidak memiliki sama sekali kompetensi keahlian. Lantas bagaimana dengan masa depan mereka nantinya kedepan ?? Tentu hal ini masih menjadi PR bagi lembaga pelaksana pendidikan kejuruan dimanapun itu. Berdasarkan temuan dilapangan sebelum masuk pandemik Covin-19 sejak tahun 2020 silam persoalan SKILL ini masih banyak menjadi tanda tanya bagi kalangan Industri yang merekrut sejumlah karyawan alumni SMK, apalagi saat masuk masa pandemik saat ini yang sudah berjalan 2 (dua) tahun tentu efeknya sangat besar bagi peserta didik termasuk bagi tenaga pengajar (guru) dalam memberi/membagi ilmu pengetahuan yang layak kepada peserta didik.

Berdasarkan temuan dilapangan ada faktor utama yang menyebabkan kurangnya peserta didik mendapatkan SKILL yang sesuai seperti apa yang diharapkan oleh Industri selama ini, utamanya pada saat masuk masa pendemik yaitu faktor teknis, faktor non teknis dan faktir psikis dan emosional dilapangan, jika dijabarkan secara umum dapat digambarkan sebagai berikut :

 

A. Faktor Teknis 

  1. Kurangnya bahkan tidak adanya Basic Infrastruktur (peralatan dasar) sebagai sarana penunjang utama baik secara pribadi maupun milik lembaga pendidikan SMK terkait untuk melaksanakan Praktek bagi peserta didik ;
  2. Kurangnya bahkan tidak adanya pelatihan yang bersihat teknis (praktek) secara langusung bagi peserta didik selama ini yang membuat peserta didik kurang akan kemampuan HARD SKILL sehingga tidak ada pengalaman secara langsung dibidang kejuruan bagi peserta didik itu sendiri apalagi dimasa pandemik Covid-19 saat ini ;

 

B. Faktor Non Teknis 

  1. Kurangnya pola kesadaran bagi peserta didik dalam mengembangkan bakat sesuai bidang yang digeluti dikejuruan terkait karena faktor minat ;
  2. Rata-rata peserta didik tidak sanggup  berproses untuk memiliki SKILL karena tidak adanya motivasi dari lingkungan, baik dari lingkungan keluarga maupun lingkungan lembaga pendidikan itu sendiri ;
  3. Rata-rata peserta didik belum bisa memanfaatkan media komunikasi secara maksimal seperti smartphone atau sejenisnya sebagai media pembelajaran yang layak dalam perolehan SKILL ;
  4. Kebijakan lokal Internal sekolah kejuruan rata-rata belum mendukung atau mengarah kepada penguatan SDM (sumber daya nanusia) bagi peserta didik ;
  5. Kurangnya tempat magang (PRAKERIN) yang sesuai/ tepat sasaran atau yang layak dengan kejuruan yang digeluti oleh peserta didik sehingga tidak memberi dukungan dalam penguatan SDM (sumber daya manusia) ;
  6. Lemahnya PROSES dalam pelaksanaan Program kejuruan selama 3 (tiga) tahun di lembaga sekolah kejuruan yang menyebabkan peserta didik minim SKILL, proses yang dimaksud seperti mulai persoalan kebijakan dan pelaksanaan Kurikulum mata pelajran Produktif, Ketersediaan sarana Infrastruktur, termasuk sumber daya manusia tenaga pengajar yang berkualitas dan yang kompeten serta kebijakan Internal sekolah yang belum pro terhadap SKILL bagi peserta didik.  

  

C. Faktor Psikis dan Emosional  

  1. Pentingnya pola kesadaran bagi peserta didik tentang media pembelajaran melalui sistem Online masih sangat kurang karena masih selalu mempertimbangkan masalah kondisi teknis dan biaya yang timbul sejak model pembelajaran online diterapkan ;
  2. Kurangnya bahkan tidak adanya minat belajar peserta didik secara mandiri karena tidak terbiasa di didiik untuk mandiri dalam mencari informasi untuk menambah ilmu pengetahuan khususnya dibidang yang geluti sesuai kejuruannya ;
  3. Baik tenaga pengajar/pendidik maupun bagi peserta didik, tidak memiliki pengalaman dalam proses pembelajaran secara online yang mengakibatkan kakukannya dalam proses pelaksanaan bahkan cenderung dikomunikasi padahal dalam media online komunikasi sangat penting karena berpengaruh terhadap penyerapan materi pembelajaran ;
  4. Tidak terkontrolnya tentang sikap dan perilaku bagi peserta didik yang menyebabkan pola kesadaran peserta didik kurang baik padahal pendidikan karakter sudah diterapkan di setiap sekolah pendidikan kejuruan, yang bisa jadi ada kesalahan metode dalam pelaksanaan progam tentang pendidikan karakter itu sendiri ;

 

Dari ke 3 (tiga) faktor umum diatas ternyata mempunyai efek yang sangat besar bagi peserta didik dimasa proses pembelajaran selama 3 (tiga) tahun dilingkungan pendidikan kejuruan, buktinya pada saat pelaksanaan UKK (uji kompetensi keahlian) dapat dilihat secara langsung dengan kejadian seperti yang kami temui dilapangan yaitu seperti ;

  1. Rata-rata peserta didik yang melakoni ujian kompetensi keahlian ternyata hanya menggunakan konsep MENGHAFAL jawaban dalam pembahasan soal uji kompetensi kejuruan tatapi tidak menggunakan LOGIKA dan ANALISA sesuai kemampuan peserta didik terkait ;
  2. Rata-rata peserta didik tidak memahami apa yang mereka kerjakan karena hanya mengandalkan HAFALAN semata, dan jika terjadi kesalahan mereka tidak mampun memecahkan masalah yang terjadi (Problem Solving) ;
  3. Sama seperti pada umumnya, setiap peserta didik dalam dunia pendidikan kejuruan tiba saat ujan kompetensi kehalian baru mereka giat belajar yang bukan lagi untuk mengasah SKILL tapi hanya untuk mengigat dan menghafal saja dari kisi-kisi soal yang ada ;

 

Uji Kompetensi Keahlian (UKK) sebetulnya sebagai ALAT DETEKSI dalam menggambarkan bagaimana proses pembelajaran yang dilaksanakan di sekolah kejuruan selama 3 (tiga) tahun lamanya hal ini sangat berpengaruh terhadap nilai KONSISTENSI dan KOMITMEN bagi peserta didik terhadap Ilmu KEJURUAN-nya. lantas bagaimana dengan kondisi kedepan nasib bagi peserta didik yang wajibnya sudah harus siap untuk berkompetisi dalam dunia industri, dunia usaha dan dunia kerja. Yang menjadi pertanyaan adalah :

 

LANTAS BAGAIMANA MENYIKAPI HAL INI, KHUSUSNYA DIMASA PANDEMIK COVID-19  ??

APA YANG MENJADI TANGGUNG JAWAB TERHADAP ANAK DIDIK KITA DIPENDIDIKAN KEJURUAN ??

BAGAIMANA DENGAN PEROLEHAN SKILL YANG MENJADI KEWAJIBAN BAGI PENYELENGGARAAN PENDIDIKAN KEJURUAN TERHADAP ANAK DIDIK KITA ??

APA BEKAL BAGI ANAK DIDIK KITA UNTUK MASUK KEDUNIA USAHA, DUNIA KERJA MAUPUN DUNIA INDUSRI ?? 

APAKAH KITA YAKIN MEREKA SUDAH LAYAK UNTUK BERSAING DI DUNIA USAHA, DUNIA KERJA MAUPUN DUNIA INDUSRI ??

 

Serentetan pertanyaan diatas kadang menjadi satu hal yang belum dapat dipastikan apalagi kondisi dimasa pandemik saat ini yang belum diketahui kapan berakhirnya. 

 

Dalam kesempatan kali ini bedasarkan pengalaman kami dalam managani kasus-kasus dalam program Pratek kerja industri Layanan 

 

 

 

 

 

 

 

 

Joomla templates by a4joomla